28 Juli 2011 : Books for Hope di acara Impact Chat di School of Thought
Pada tanggal 28 July 2011, perwakilan dari Books for Hope mengikuti acara Impact Chat yang diselenggarakan oleh Impact Investment Exchange Asia (IIX) di School of Thought di Singapore. Dalam acara ini ada 3 pembicara utama yaitu dari Learning Farm, Green School Bali dan Playeum.
Acara dibuka dengan presentasi yang dilakukan oleh Steve Milverton – Kepala Sekolah dari Green School Bali. Beliau menjelaskan secara singkat tentang profil Green School. Green School didirikan oleh John Hardy – pengusaha perhiasan yang bermukim di Bali.
Green School merupakan sekolah alternatif berbasis lingkungan yang bertujuan untuk mencetak siswanya menjadi bagian dari masyarakat global yang memiliki pengetahuan dan turut bertanggung jawab menjaga keberlangsungan bumi.
Green School menyediakan pendidikan dari kelas Pra TK sampai SMA. Para siswa belajar baik melalui metode belajar tradisional maupun dengan bereksperimen secara langsung.
Green School membentuk kurikulumnya berdasarkan tiga hal utama yaitu Pelajaran Dasar seperti matematika, bahasa Inggris; Green Studies yang mempelajari tentang ekologi dan lingkungan; dan Creative Arts yang mempelajari seni musik, drama, kerajinan dan teknik bercerita. Keunikan lain dari Green School adalah struktur bangunan kelasnya yang terdiri dari bahan-bahan alami seperti bambu dan tanah liat, dan juga tidak adanya tembok pembatas antara kelas dengan alam sekitar sehingga memungkinkan para murid merasakan kesatuan dengan alam sekitar selama proses belajar mengajar.
Setelah presentasi dari Green School Bali, acara dilanjutkan dengan presentasi dari Gouri Mirpuri – Board Member dari Learning Farm Cipanas. Learning Farm adalah organisasi non-profit yang menempati tanah seluas 500 meter2 di daerah Cipanas, Jawa Barat yang merupakan pinjaman dari PT Medco Energy, Learning Farm memberikan pelatihan cara bertani organik, pelatihan bisnis dan kepemimpinan kepada 40 orang muridnya. Murid-murid Learning Farm adalah anak-anak jalanan di Jakarta, anak-anak korban bencana alam, dan juga korban konflik daerah. Lama waktu pembelajaran adalah 4 bulan. Selama waktu pembelajaran ini para murid tinggal di asrama dan berinteraksi secara intens dengan murid lainnya dan pembina Learning Farm. Seluruh kebutuhan makan, minum, air dan listrik ditanggung sepenuhnya oleh Learning Farm. Untuk membiayai operasional harian mereka, Learning Farm menjual hasil tanaman organik ke para ekspatriat dan Swalayan premium di Jakarta. Setelah waktu pembelajaran, sebagian besar murid melanjutkan dengan bekerja di bidang pertanian baik itu organik maupun non organik dengan membuka lahan sendiri maupun bekerja sebagai konsultan bagi para petani daerah. Sebagian kecil ada juga yang bekerja sebagai petugas keamanan dan office boy.
Setelah Learning Farm, presentasi terakhir dibawakan oleh Sumitra Pasupathy – Pendiri dari Playeum. Playeum adalah museum untuk anak-anak pertama yang ada di Singapore. Playeum berfungsi sebagai tempat bermain bagi keluarga dan anak mereka dan juga dengan keluarga lainnya. Playeum bekerja sama dengan para pengelola museum, perpustakaan dan taman kota untuk menciptakan ruang bermain interaktif bagi anak-anak dan keluarga mereka. Tema dari program bermain yang ditawarkan meliputi tiga hal yakni kesenian, kebudayaan dan lingkungan.
Acara ditutup dengan sesi networking antara penonton dan pembicara.
Impact Chat adalah acara diskusi bulanan yang membahas ide dan perkembangan seputar Social Innovation dan Social Enterprise. Topik lain yang dibahas adalah seputar dampak yang bisa ditimbulkan dari Impact Investing.
IIX adalah Social Enterprise yang memiliki misi untuk memberikan akses modal bagi Social Enterprise di kawasan Asia, dengan modal ini diharapkan Social Enterprise bisa semakin memperluas dampak dari aktivitas mereka. Beberapa inisiatif dari IIX adalah menghubungkan para investor yang mencari social dan economic impact dengan Social Enterprise di kawasan Asia. IIX juga merintis Social Stock Exchange yaitu suatu trading platform yang efektif sebagai sarana untuk menghimpun dana bagi Social Enterprise.







