Donasi buku ke Cilincing
Sesampainya di Cilincing kami langsung menuju ke rumah Bruder Petrus selaku ketua Yayasan Atmabrata sekaligus pembina dari acara Berbagi Kasih ini. Setelah dilakukan penyerahan buku secara simbolis dari perwakilan Books for Hope ke masyarakat Cilincing melalui Bruder Petrus, kami pun menuju ke lokasi kegiatan.
Sesampainya di lokasi kegiatan, kami pun memisahkan diri dengan rombongan utama yang pada waktu itu agendanya adalah menjual sembako murah kepada masyarakat setempat. Perwakilan dari Books for Hope diundang oleh Bruder Petrus untuk mengunjungi Taman Baca Power Personality yang beliau dirikan di tengah-tengah masyarakat sekitar. Taman baca ini juga berfungsi sebagai sekolah TK bagi anak-anak sekitar. Sesampainya di taman baca kami disambut oleh salah seorang guru TK yang juga merupakan warga sekitar yang direkrut oleh Bruder Petrus untuk menjadi tenaga pengajar. Kami pun mewawancarai Bruder Petrus lebih lanjut tentang kondisi pendidikan anak di Cilincing.
Kami mendapatkan informasi bahwa tidak seluruh anak di Cilincing bisa masuk sekolah negeri karena kapasitas dan jumlah sekolah yang terbatas. Sebagian besar anak yang tidak masuk ke sekolah negeri ini terpaksa tidak sekolah karena biaya sekolah swasta yang terlampau mahal. Untuk mengatasi hal ini maka Bruder Petrus mendirikan TK Power Personality dan juga Sekolah Bambu sebagai sekolah alternatif bagi anak-anak ini. Guru guru direkrut dari masyarakat sekitar yang mempunyai keinginan untuk mengajar. Buku-buku pelajaran didapatkan dari sumbangan dan juga sebagian dibeli oleh Bruder sendiri. Minat baca anak-anak masih sangat rendah karena minimnya buku-buku yang bersifat pengayaan yang ada di sekolah maupun taman baca yang ada dan juga support dari keluarga yang masih sangat minim. Untuk mengisi waktu senggangnya, kebanyakan anak-anak lebih memilih bermain kartu maupun kelereng daripada belajar dan membaca. Berangkat dari kondisi ini, Books for Hope menawarkan untuk membangun taman baca yang berisi buku-buku cerita yang bersifat pengayaan bagi anak-anak dan juga mengadakan workshop bagi anak-anak setempat untuk meningkatkan minat baca mereka. Bruder Petrus menyambut dengan baik ide ini, bahkan beliau menawarkan untuk memakai ruangan di sekolah Empang yang baru saja beliau dirikan sebagai taman baca.
Diskusi dengan Bruder Petrus kami sudahi bertepatan dengan masuknya anak-anak ke dalam taman baca ini untuk mengikuti agenda selanjutnya dari Acara Berbagi Kasih yaitu lomba mengarang dan menggambar.









